2 Level Penting Seorang Penting

2 Level Penting Seorang Penting

Setidaknya ada 2 level penting dalam menulis yang perlu Anda ketahui.

Pertama, level produktifitas.

Kedua, level kualitas.

Penulis yang baik biasanya akan berangkat dari level terendah ini yakni level produktifitas. Disebut rendah bukan berarti tak berarti, ya.

Melainkan level ini lebih menunjukkan kepada usaha si penulis dalam berkarya.

“Anda tidak akan bisa naik ke level kualitas kalau tidak melewati anak tangga produktifitas.”

Kalimat tersebut saya dapat dari salah seorang guru menulis saya. Akan hal tersebut saya percaya 100% karena telah membuktikannya.

Taklah mungkin Anda mampu menyetir sepeda motor dengan satu tangan kalau Anda belum mampu mengendarai sepeda motor dengan baik.

Tidak jua mungkin Anda sanggup merenangi satu kolam renang selama 15 menit kalau masuk kolam pun Anda tak pernah.

Begitu kurang lebih perumpamaan level produktifitas ini.

Jadi, semakin sering Anda menulis, semakin banyak karya yang Anda hasilkan tentu akan memudahkan Anda naik ke level kualitas.

Jangan pernah bermimpi menyerupai Andria Hirata, Tere Liye, Asma Nadia dalam menulis novel sekiranya Anda belum pernah sekalipun menulis menulis novel.

Tahapan menulis sebaik Asma Nadia dan Tere Liye dalam menulis novel tentu dimulai dari jam terbang menulis yang tinggi.

Ya, tidak lain adalah latihan, latihan dan latihan dalam menulis.

Teruslah menulis. Teruslah berkarya. Seproduktif mungkin. Setiap hari.

Mau tak mau, lambat atau cepat, waktu yang akan mengangkat Anda ke level kualitas layaknya penulis tersohor yang Anda kagumi itu.

Usah pusingkan kualitas. Jangan hiraukan tulisan Anda; baik atau buruk.

Pada level produktifitas Anda hanya fokus berkarya sebanyak mungkin, sesering mungkin.

Nanti ada masanya kok dimana Anda tersadar dan tersentak untuk masuk ruang kualitas.

Sabar.

Ya, Anda harus memupuk banyak kesabaran dalam ruang produktifitas yang menjenuhkan dan melelahkan itu.

Tapi tak perlu risau. Yang membedakan Anda nantinya dengan penulis lain adalah otot latihan Anda lebih tebal dan kekar dari mereka.

Setuju?

Yuk, terus berlatih menulis!

—————–

Ingin mendapatkan motivasi menulis yang akan dikirim ke email Anda setiap hari secara GRATIS? KLIK DISINI

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!