Bisakah Menulis Menjadi Sandaran Hidup?

Bisakah Menulis Menjadi Sandaran Hidup?

Perdebatan tentang apakah bisa menulis itu dijadikan profesi? Atau, mungkinkah menulis bisa menafkahi hidup kita? Masih terus terjadi.

Ekstremnya lagi, apakah kita bisa kaya saat bekerja sebagai penulis?

Dari dulu hingga kini perdebatan itu kerap muncul. Wajar saya pikir. Mengapa?

Karena figur penulis yang mentereng dan punya harta berlimpah memang terbilang sedikit. Hanya hitungan jari.

Persoalannya bukan pada kualitas karya semata. Tapi ada aspek lain yang bikin sebuah tulisan pantas dihargai selangit.

Selain itu, persoalan idealisme juga sering kali tak menyatu dengan kebutuhan pasar dan industri.

Sehingga kemudian jumlah penulis yang benar-benar punya banyak rupiah terkadang lebih sering tersembunyi dan berada di balik layar.

Istilah menarik dari penulis yang menafkahi diri dari menulis adalah writerpreneur (pebisnis tulisan).

 

Mula-mula Memang dari Mindset (tata benak)

Penulis yang tidak menceburkan diri ke kolam writerpreneneur jumlahnya memang sedikit.

Mungkin tidak tau caranya. Tapi lebih tepatnya, alasan kenapa tidak menceburkan diri ke kolam writerpreneur lebih kepada alasan mindset (tata benak).

Salah satunya sering bernada seperti ini, “Bagi saya menulis adalah menulis saja. Tidak peduli orang mau baca atau tidak. Ketika kata-kata sudah menjelma menjadi tulisan maka batin saya puas bukan kepalang.”

Tentu saja penulis dengan tata benak seperti ini akan sulit terjun ke dalam dunia writerpreneur.

Tata benak lain yang sering saya jumpai yakni “Saya akan menulis kalau ide sudah saya dapati. Saya akan menulis jika sedang mood menulis itu datang dengan sendirinya,”

Ahoi!

Dunia industri dan bisnis kepenulisan tidak menunggu mood dalam berkarya. Justru mood dipaksa keluar agar dapat menghasilkan karya yang pantas dibayar mahal.

Kebanyakan penulis yang masih berkutat pada pertanyaan; bisakah menulis itu dijadikan profesi? Biasanya terbatas pada perihal teknis belaka.

Ada kok cara dan strategi yang tepat guna menjadikan keterampilan menulis sebagai sebuah profesi yang menghasilkan.  

Itu sebabnya kelas writerpreneur ini diselenggarakan. Anda boleh mengintip materinya DISINI.

Tak sekadar membenahi mindset, di kelas tersebut Anda juga akan mengetahui sejumlah pengetahuan, trik dan skill baru yang dapat Anda terapkan dalam rangka menjadikan keterampilan menulis sebagai profesi.

Mau?

Segera CEK DISINI.

Jangan sampai Anda terus berkutat pada pertanyaan yang itu-itu saja yakni bisakah menulis itu dijadikan profesi?

Sementara orang lain sudah jauh meninggalkan Anda.

Anda boleh pelajari materinya secara cuma-cuma. Jika tak cocok, 3 hari setelahnya Anda tak perlu lanjut.  

Semoga bermanfaat.

 

 

 

error: Content is protected !!