Buku Fisik Tak Laku

Buku Fisik Tak Laku

Beberapa waktu yang lalu kami bertemu dengan dua orang penulis yang bukunya diterbitkan di penerbit mayor.

Mereka mendapat kabar dari penerbit bahwa penjualan buku mereka mengalami penurunan.

Bahkan untuk beberapa judul buku ada yang memang dalam waktu dekat tidak dicetak ulang.

Hal ini merupakan imbas dari Pandemi Covid-19.

Dampak dari Pandemi Covid-19 membuat kebanyakan masyarakat lebih menahan diri untuk membeli sesuatu yang dianggap tidak begitu penting. Salah satunya adalah buku.

Pertanyaannya adalah benarkah penjualan buku di tengah pandemi Covid-19 mengalami penurunan? Kalau begitu, apakah hal ini menghalangi Anda untuk menulis buku? Dan, bagaimana solusi yang harus ditempuh?

Menurun tidaknya penjualan buku memang lebih tepat bila kita menyajikan data.

Sebagaimana dikutip dalam https://www.liputan6.com/ bahwa pendapatan industri penerbit buku terjun bebas alias anjlok 80 persen selama pandemi Virus Corona Covid-19.

Namun kabar baiknya, penjualan buku secara online mengalami kenaikan. Ini diungkap Arys Hilman, Direktur Republika Penerbit, pada laman situs https://republika.co.id/

“Masyarakat tidak bisa bepergian ke toko buku, tetapi mereka dapat memesan secara online,” kata Arys.

Namun, Arys berpendapat meningkatnya permintaan buku digital tetap tidak bisa menggantikan penurunan penjualan buku cetak.

Ia mengatakan, sebanyak 96,71 juta masyarakat Indonesia masyarakat Indonesia belum tersentuh oleh internet. Oleh karena itu, keberadaan buku cetak tetap diperlukan, bahkan menjadi stempel validasi.

 

Buku Digital (E-Book)

Fakta bahwa penjualan buku cetak mengalami penurunan di tengah pandemi adalah hal yang tak terbantahkan.

Namun, kebutuhan masyarakat terhadap edukasi, hiburan dan inspirasi yang didapat lewat buku juga menjadi hal yang krusial.

Artinya meski hari ini masyarakat tidak begitu menjadikan buku cetak sebagai hal yang utama namun masyarakat tetap butuh bahan bacaan yang bersifat edukatif, menghibur dan menginspirasi.

Dalam serba keterbatasan saat ini, buku digital menjadi hal yang patut untuk dicoba.

Menurut hemat kami, penjualan buku digital secara daring juga perlu ditempuh, jika Anda tetap ingin menulis buku.     

Pun buku digital malah jauh lebih mudah dijangkau masyarakat karena tidak membutuhkan ongkos kirim. Kelebihan lainnya, biaya produksi buku digital (e-book) jauh lebih hemat. Sehingga harga dapat lebih murah dan lebih sesuai dengan kantong pembeli. 

Seperti yang sudah kita sama ketahui bahwa ongkos cetak buku memakan hampir 50% biaya produksi.

 

Jual via Google Play Book

Oleh sebab itu, penerbitan buku digital yang dijual secara daring adalah solusi. Dan mekanisme penjualan buku digital secara daring dapat pula dilakukan dengan menggunakan platform Google Play Book.

Syukurnya, saat buku Anda terbit di Gerhana Publishing maka buku Anda juga dapat diterbitkan secara digital dan dijual dengan menggunakan platform Google Play Book.

Menariknya lagi, kalau Anda menerbitkan buku dan menjualnya secara ebook via Google Play Book maka keuntungan yang Anda dapatkan hampir 100%.

Dalam kesempatan ini memang Gerhana Publishing tidak mengambil royalti atas buku yang Anda jual via daring tersebut. Bahkan Anda juga bebas menentukan harga jual atas buku yang Anda tulis.

Seru, bukan?

Ayo, lekas tulis karya Anda dan terbitkan bersama Gerhana Publishing agar selanjutnya dapat kami pajang via Google Play Book.    

Info selengkapnya bisa KLIK DISINI.

 

 

error: Content is protected !!