Mengapa Dumi Itu Penting?

Mengapa Dumi Itu Penting?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Dumi diartikan sebagai cetak coba. Beberapa penerbit besar memang menyediakan layanan cetak coba ini dalam bentuk buku tercetak. Dumi sebuah buku haruslah sangat mirip dengan buku yang akan dicetak masal nantinya.

Dengan bahasa lain, dumi ini adalah buku tiruan. Ketika pembaca akan memiliki buku aslinya maka lewat dumi ini seorang penulis dapat melihat secara langsung buku yang akan diterbitkan dan dicetak.

Dumi tidak diperjualbelikan. Karena dumi sebuah buku hanya dicetak satu eksemplar dan diberikan kepada penulis. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran kepada penulis tentang buku yang nantinya akan terbit.

Selain bertujuan memberikan gambaran kepada penulis, dumi juga bertujuan untuk melihat dan mengoreksi hasil buku sebelum dicetak masal.

Jadi, dumi sebuah buku akan sama-sama dikoreksi oleh penerbit (editor dan proof reader) dan penulis. Manakala penulis ingin memberikan saran ini-itu maka lewat dumi ini penulis dan mencoret-coret bagian tertentu yang dianggap penting untuk diubah.

 

Fail Dumi

Lain halnya dengan penerbit minor yang memang tidak memberikan dumi dalm bentuk tercetak. Dumi yang diberikan kepada penulis dari penerbit minor umumnya diberikan secara fail. Karena pada umumnya, penerbit minor memang tidak memiliki alat cetak khusus yang dapat mencetak buku secara satuan.

Itu sebabnya, dumi hanya diberikan dalam bentuk fail yang telah diberikan watermark.

Fail dumi tersebut penulis juga dapat memberikan koreksian terhadap naskah. Penulis juga dibolehkan memberikan masukan-masukan terbaik agar naskah tersebut lebih layak baca, layak terbit dan layak beli.

Pemberian dumi dalam bentuk fail ini juga kami lakukan di Gerhana Publishing. Sebelum naskah diajukan ke perpusnas untuk mendapatkan nomor ISBN maka dumi ini akan diserahkan terlebih dahulu kepada penulis.

Proses penilaian dumi ini diberikan batas waktu kurang lebih selama 3×24 jam. Jika dalam waktu tersebut penulis tidak memberikan penilaian maka dumi dinyatakan tidak ada masalah dan siap terbit. 

Ini yang menjadi alasan mengapa proses penerbitan sebuah naskah memang membutuhkan waktu agak lama. Setidaknya, di Gerhana Publishing berdurasi 45 hari kerja. Kebanyakan penulis tidak menyadari bahwa buku yang cepat diterbitkan bisa jadi memang tidak melewati tahap dumi ini.

Dumi dalam bentuk tercetak malah membutuhkan waktu agak lama dibanding dengan dumi dalam bentuk fail. Karena dumi harus dicetak dan dikirim ke penulis. Usai dikoreksi oleh penulis, dumi tercetak selanjutnya dikirim lagi kepada penerbit.

Berbeda dengan dumi dalam bentuk fail yang dapat dikirim seketika via surel atau Whatsapp.

Beberapa penulis yang menerbitkan di Gerhana Publishing merasa senang karena mereka dilibatkan dalam proses penerbitan karya mereka. Mereka jadi tau seperti apa naskah yang akan terbit. Pun mereka dapat memberikan koreksian manakala ada bagian yang keliru atau kurang tepat.

Saran kami, jika Anda hendak menerbitkan buku maka sebaiknya pelajari terlebih dahulu apakah penerbit tersebut memiliki layanan dumi sebelum naik cetak atau tidak.  Sekali lagi, dumi ini justru menguntungkan banyak hal bagi penulis.

Karena jika naskah Anda sudah tercetak dan tidak sesuai dengan selera Anda atau malah Anda mendapati banyak kesalahan di sana-sini niscaya ini akan merugikan Anda sendiri.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!