Mengapa Gairah Menulis itu Timbul dan Tenggelam?

Mengapa Gairah Menulis itu Timbul dan Tenggelam?

Mungkin Anda sering merasa dimana gairah menulis itu kuat sekali. Seperti air bah yang datang secara tiba-tiba dan tak dapat dibendung.

Namun, dalam kesempatan lain gairah itu seolah lenyap entah kemana.

Apakah pernah mengalami hal yang demikian?

Jika pernah maka itu hal yang sama dengan yang saya alami.

Tapi itu dahulu. Sekarang tidak lagi.

Di awal-awal karier penulisan wajar saja kalau kita mengalami pasang surut gelombang semangat.

Akan tetapi, hal demikian jangan dibiarkan berlangsung terus-terusan. Anda harus punya segenap cara agar menulis tak lagi dipasung gairah sesaat.

Ya, menulis harus terus bergairah. Kapan saja. Dimana saja.

Untuk mengatasi timbul tenggelamnya gairah menulis tersebut maka ada 5 tips yang akan saya bagikan untuk Anda.  

 

#1. Alasan Kuat

Anda harus punya alasan kuat kenapa Anda harus menulis. Alasan ini sangat penting dan mendasar. Jika Anda tak punya alasan maka wajar gairah menulis Anda akan naik dan turun.  

Bayangkan, mungkinkah seseorang yang berprofesi sebagai penulis memiliki gairah yang naik dan turun saat menulis?

Mungkin saja. Tapi tidak dalam intensitas yang tinggi. Dalam waktu sekejap, ia berhasil menaikkan kembali semangat menulis itu.

Artinya, orang yang berprofesi sebagai penulis tentu saja punya alasan kuat untuk menaikkan gairah menulisnya.

Ia harus memikirkan biaya sewa rumah, biaya pendidikan anak-anak, biaya kesehatan keluarga dan biaya hidup lainnya.

Jika ia tidak menulis maka ia tidak akan memiliki penghasilan untuk membiayai semua kebutuhan hidupnya.

Sekali lagi, sempatkah orang seperti ini memiliki gairah yang rendah dalam menulis?

Sama sekali tidak sempat.

Pelajari “40 Alasan Kenapa Anda Harus Menulis” DISINI.

 

#2. Menulis Setiap Hari

Tingginya gairah menulis tentu saja dipengaruhi oleh produktifitas Anda. Disebut produktif adalah seberapa banyak dan seberapa sering Anda menulis.

Semakin sering Anda menulis tentu saja semakin tinggi gairah Anda dalam menulis.

“Lha, gimana mau sering menulis, Mas, semangat aja gak punya?”

Justru itu, semangat dan gairah menulis akan muncul dengan sendirinya kalau memaksa diri latihan menulis setiap hari.

Bukankah kita puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan itu sulit dan berat?

Tapi, mengapa kita mampu melakukannya?

Karena kita memaksa diri untuk tunduk dan patuh atas perintah Allah Swt.

Awalnya memang berat. Namun, lama-kelamaan akan terasa ringan. Inilah efek dari kemauan kita membangun kebiasaan. Ala bisa karena biasa.

Serupa dengan keterampilan lainnya, menulis hanya butuh kebiasaan. Latihan terus-menerus. Setiap hari. Tiada henti.

Teknik latihan menulis setiap hari ini lazim dikenal dengan istilah free writing (menulis bebas tanpa bentuk). Anda dapat menerapkan teknik ini guna membangun kebiasaan menulis setiap hari. Tanpa beban.

Pelajari teknik free writing selengkapnya DISINI.

 

#3. Komunitas

Tidak dipungkiri bahwa komunitas menulis itu membentuk gairah menulis secara berkepanjangan.

Bagi saya, komunitas menulis itu ibarat charger. Betapa canggihnya ponsel yang Anda gunakan tapi bila kehabisan baterai maka ia butuh charger.

Sebagai penulis pemula atau kenamaan maka komunitas menulis tetap saja Anda perlukan.

Pilihlah komunitas yang sehat dalam membangun gairah menulis Anda. Dengan kecanggihan teknologi saat ini Anda dapat memili beragam komunitas menulis yang sesuai dengan diri Anda. Baik komunitas menulis secara offline juga online.

Namun, yang tak kalah penting Anda perhatikan saat memilih komunitas adalah dengan mengamati proses kaderisasi yang ada di dalamnya.

Jika iklim kaderisasi dan pembinaan anggota yang ada di dalam komunitas tersebut tak membuat Anda menjadi bersemangat dalam menulis maka sebaiknya tinggalkan.

Carilah komunitas lain dengan sistem kaderisasi dan pembinaan yang lebih tertata baik.

 

#4. Guru yang Kejam

Semua orang sukses pasti terlahir dari guru atau pelatih yang hebat dalam mendidik.

Maka dari itu, temukan pelatih yang benar-benar telah teruji, secara produktifitas dan kualitas, dalam menulis.

Tak sekadar teruji, temukan pula pelatih menulis yang kejam untuk Anda.

Pelatih yang kejam akan membentuk otot disiplin yang kuat pada diri Anda. Dengan demikian Anda akan dapat bertahan lama dalam menghasilkan gairah menulis secara berkesinambungan.

Anang YB, penulis 70 buku, pernah menulis bahwa yang kini Anda butuhkan sebagai penulis bukan sekadar teori menulis. Melainkan orang yang kejam ketika menagih tulisan Anda.

 

#5. Ikuti Pelatihan Berbayar

Sedikit sekali penulis yang saya temui berkeinginan kuat mengikuti pelatihan menulis berbayar.

Mereka cenderung mencari pelatihan menulis gratis atau malah tidak sama sekali.

Padahal dengan mengikuti pelatihan menulis berbayar akan membuat Anda tertantang untuk terus berkarya.

Mengapa?

Karena Anda sudah mengeluarkan sejumlah uang yang tak sedikit untuk mendapatkan ilmu penulisan.

Pilihlah kelas pelatihan menulis yang kredibel. Baik dari sisi pemateri juga dari sisi materi yang disampaikan.

Yang kini menjadi tantangan adalah banyak penulis tersohor yang tidak punya kemampuan untuk menjadi pelatih menulis.

Oleh karenanya, jangan Anda terkecoh mengikuti pelatihan menulis berbayar dari penulis tersohor. Melainkan carilah penulis kenamaan yang juga punya kemampuan dalam menyampaikan materi secara baik.

Pelatihan menulis yang kredibel tentu saja tidak dibandrol dengan harga murah. Itu sebabnya, ketika Anda ingin menaikkan gairah menulis dalam jangka waktu lama maka berinvestasilah dengan harga yang pantas pada pelatihan menulis yang kredibel ini.

Kalau Anda mengikuti pelatihan berbayar dengan nominal puluhan ribu saja maka jangan berharap sepulang dari kegiatan tersebut Anda langsung bisa menulis buku best seller.

Karena bisa jadi di dalam pelatihan menulis berbayar dengan angka tinggi pun Anda tidak akan langsung pulang dengan keterampilan menulis yang tinggi pula.

Setidaknya, dengan mengikuti pelatihan menulis berbayar di angka pantas maka Anda mendapatkan insight untuk mampu terus mengobarkan api semangat dalam menulis meski sesi pelatihan sudah lama Anda lalui.   

 

 

 

error: Content is protected !!