Ngapain Nulis Kalau Gak Ada yang Baca?

Ngapain Nulis Kalau Gak Ada yang Baca?

Judul di atas saya kutip dari salah satu bab yang ada di buku “Beginilah Cara Saya Nulis Buku Best Seller” karya Ahmad Rifa`i Rif`an.

Buku yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo itu menghentak saya untuk tersadar bahwa salah satu puncak kepuasan penulis ada pada karya yang dibaca oleh banyak orang.

Semakin banyak orang yang membaca tulisan kita dan mendapatkan insight maka semakin bangga dan puas hati kita sebagai penulisnya.

Sebaliknya, semakin sedikit atau malah tidak ada orang yang membaca tulisan kita maka kita akan merasa kecil hati.

Untuk itulah, penting bagi kita menentukan pembaca sasaran terlebih dahulu (segmentasi) sebelum kita menulis.

Lantas, bagaimana cara kita menentukan pembaca sasaran agar ada orang yang mau baca tulisan kita?

Setidaknya ada 4 cara yang dapat Anda lakukan dalam menentukan pembaca sasaran atas tulisan yang Anda tulisan.

  • pembaca sasaran berdasarkan usia;
  • pembaca sasaran berdasarkan latar pendidikan;
  • pembaca sasaran berdasarkan kelas sosial;
  • pembaca sasaran berdasarkan profesi.

Buku yang kita tulis untuk anak prasekolah tentu memiliki gaya bahasa yang berbeda dibanding dengan segmentasi pembaca sasaran untuk jenjang SMA.

Begitu juga dengan segmentasi pembaca sasaran kaum dokter, tentu gaya penyajian tulisan berbeda pula bila dibandingkan dengan pembaca sasaran dengan profesi sebagai ibu rumah tangga.

Selain itu, pembaca sasaran tak hanya penting dalam hal penyajian tulisan dan gaya bertutur si penulis. Melainkan nantinya lebih kepada bagaimana kita mengirimkan tulisan kita agar dapat dijangkau oleh pembaca sasaran.

Semisal buku. Jika Anda hendak menulis buku dengan genre remaja maka carilah penerbit yang seyogyanya fokus menerbitkan buku-buku remaja.

Begitu juga ketika Anda menyasar kaum intelektual maka pilihlah penerbit yang konsen terhadap karya-karya penelitian dengan penyajian ‘lebih berat’.

Hal ini bertujuan agar karya Anda dapat dikemas lebih menarik manakala diterbitkan oleh penerbit yang punya kapasitas terhadap naskah yang hendak Anda tulis.  

Jadi, bila boleh saya rangkum, agar tulisan kita dapat dibaca oleh orang yang tepat maka mulailah menentukan siapa pembaca sasaran Anda, tulislah sesuai dengan kebutuhan mereka, dan temukan penerbit yang tepat untuk mengakomodir tulisan Anda agar nyaman dibaca oleh para pembaca sasaran.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!