Tips Memilih Penerbitan Indie

Tips Memilih Penerbitan Indie

Maraknya penerbit indie di Medan dan kota-kota besar lainnya tentu saja memberikan angin segar bagi para penulis, utamanya penulis pemula. Betapa tidak, dengan beragam kemudahan yang ditawarkan para penerbit indie ini membuat penulis menjadi tertarik untuk terus berkarya.

Akan tetapi, di balik kemudahan yang ditawarkan jangan sampai naskah yang Anda terbitkan sebatas terbit semata. Tanpa memerhatikan aspek-aspek utama dalam proses penerbitan itu sendiri.

Berikut ini tips yang dapat Anda terapkan tatkala memilih penerbit indie.

 

Terdaftar Sebagai Anggota IKAPI

Ikatan Penerbit Indonesia atau IKAPI merupakan organisasi profesi penerbit yang diakui oleh negara. Ketika memilih jalur penerbitan indie sebaiknya pilihlah penerbit yang memang benar-benar sudah terdaftar sebagai anggota IKAPI.

Salah satu bukti bahwa penerbit tersebut telah tergabung sebagai anggota IKAPI tentu saja dapat Anda cek pada situs resmi ikapi yakni https://www.ikapi.org/anggota-ikapi/.

Lebih lanjut, Anda dapat menemukan nama penerbit indie yang Anda sasar pada kolom pencarian.

Mengapa harus penerbit indie yang tergabung sebagai anggota IKAPI?

Karena penerbit yang tergabung dalam IKAPI setidaknya mendapatkan sejumlah manfaat dalam hal pengembangan profesionalitas perbukuan, informasi terkait kebijakan pemerintah menyangkut perbukuan, hingga perlindungan kode etik bisnis penerbitan buku serta bantuan hukum (advokasi) terhadap masalah-masalah terkait perbukuan.

 Selain itu, penerbit yang menggabungkan diri ke IKAPI menunjukkan keseriusan untuk sungguh-sungguh berkiprah dalam dunia perbukuan. Sebab, untuk menjadi anggota IKAPI sejumlah syarat penting wajib dilampirkan oleh penerbit itu sendiri.

Sebagaimana dikutip dari laman situs ikapi.org, diantara syarat menjadi anggota IKAPI adalah sebagai berikut:

  1. Berbentuk badan usaha atau badan hukum yang telah disahkan berdasarkan Akta Notaris atau instansi pemerintah yang terkait;
  2. Memiliki izin usaha dari instansi pemerintah yang berwenang;
  3. Secara jelas mencantumkan usaha atau kegiatan menerbitkan buku dalam Anggaran Dasar dan/atau izin usahanya.
  4. Mempunyai alamat kantor yang tetap dan jelas serta mempunyai karyawan tetap sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang.
  5. Telah menerbitkan sekurang-kurangnya 3 (tiga) judul buku ber-ISBN.

Dari penjelasan di atas, tampak jelas bahwa penerbit yang menggabungkan diri menjadi anggota IKAPI adalah penerbit yang serius berkegiatan dalam hal perbukuan.

Dengan demikian terciptalah rasa aman bagi penulis untuk mempercayakan proses penerbitan naskah yang ditulis pada penerbit tersebut.

 

Memiliki Surat Perjanjian Penerbitan Naskah

Ketika menerbitkan secara indie, pastikan Anda menerima surat perjanjian penerbitan naskah yang dikeluarkan oleh penerbit. Dari sisi penulis, surat perjanjian penerbitan naskah ini sangat berguna dalam hal royalti, jangka waktu kepemilikan naskah, hak cipta, jadwal terbit, hak waris, dll.

Sedangkan dari sisi penerbit, tentu saja surat perjanjian ini bermanfaat dalam hal legalitas naskah, kepemilikan naskah, hak terbit, perihal pencetakan naskah hingga persoalan biaya atau royalti.

Beberapa penulis yang naskahnya diterbitkan dengan surat perjanjian penerbitan naskah pun terkadang sering mengalami kekecewaan. Utamanya dalam hal royalti. Seperti pembayaran royalti yang tak tepat waktu, dll. Konon lagi naskah yang tidak memiliki surat perjanjian penerbitan naskah.

Biaya murah dan fasilitas yang serba mudah terkadang sering kali melenakan para penulis pemula dalam hal surat perjanjian naskah ini. “Yang penting terbit aja dulu. Soal yang lain-lain, itu belakangan.” Ini pernyataan keliru yang sering dimiliki para penulis pemula.

Ada rasa bangga ketika bukunya telah ber-ISBN. Padahal terhadap surat perjanjian penerbitan naskah,  penulis tidak mendapatinya.

Terbitnya surat perjanjian penerbitan naskah ini bertujuan saling menjaga antara kedua belah pihak. Baik itu pihak penulis juga pihak penerbit.

Agar penulis tidak menerbitkan karyanya di penerbit lain dalam jangka waktu bersamaan. Pun agar penerbit juga jujur dan profesional terhadap penulis bahwa naskah yang diterbitkan sesuai dengan aturan main yang tertera di dalam perjanjian.

 

Editor Bersertifikat BNSP

Hal yang tak kalah penting dari tips sebelumya adalah kualitas editorial. Banyak penerbit indie yang memang berangkat dari percetakan. Sehingga dalam hal editorial seringkali dilakukan secara mandiri oleh penulis.

Baca: Beda Percetakan dan Penerbitan

Namun sejatinya, editorial merupakan pekerjaan yang teramat penting dalam hal penerbitan buku. Setidaknya ada 7 aspek penting yang dikerjakan editor dalam hal penyuntingan naskah. Diantaranya adalah perihal kebahasaan, pemeriksaan data dan fakta, unsur legalitas hingga rincian produksi.

Editor juga berperan layaknya tim marketing yang memberikan saran dan masukan terhadap naskah. Tidak sebatas pada konten naskah saja yang bertujuan supaya enak dibaca, melainkan editor bekerja sama dengan tim tata letak dan desain kover untuk menentukan desain yang menarik. Sehingga buku yang terbit dapat benar-benar berhasil mencuri hati pembaca.

Itu sebabnya, di balik buku best seller tentu ada tim editor yang berjuang keras menyiapkan naskah biasa menjadi naskah berpotensi laris.

Kini melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Penulis dan Editor Profesional telah hadir skema sertifikasi profesi editor. Proses sertifikasi profesi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepemilikan kompetensi editor seperti yang disyaratkan.

Itu sebabnya editor yang bersertifikat profesi ini diharapkan telah memahami berbagai kompetensi yang harus ada pada dirinya. Dengan kata lain, ketika naskah buku Anda ditangani oleh editor yang mumpuni niscaya akan membantu naskah tersebut layak baca, layak terbit kemudian layak beli.

Tentu semua penulis ingin bukunya dibaca dan dibeli banyak orang, bukan?

Bagi Anda yang ingin menerbitkan buku melalui penerbit indie, ketiga tips ini layak dipertanyakan terlebih dahulu. Jika pun ada penerbit indie yang tidak memiliki salah satunya, sebaiknya temukan kembali penerbit indie yang memiliki ketiganya secara lengkap.

Kabar baiknya, ketiga tips ini telah dimiliki oleh Gerhana Publishing, sebagai salah satu penerbit indie di Kota Medan.

Kiranya kalimat penutup ini pantas untuk Anda renungkan.

“Setiap naskah yang lahir dari tangan penulis adalah istimewa. Maka temukan penerbit yang istimewa untuk naskah tersebut.”

Semoga bermanfaat.

 

Baca: Antara Penerbit Indie dan Penerbit Vaniti

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!